EO Festival Danau Lut Tawar Layangkan Permohonan Maaf

Terkait Pengambila Video Acehkini dan Acehkita

190

Event Organizer (EO) Bima Rakan Sejahtera (BRS), yang menjadi panitia pelaksana Festival Danau Lut Tawar 2019 meminta maaf atas penggunaan potongan video milik acehkini dan acehkita tanpa izin untuk video iklan kegiatan tersebut.

Kedua belah pihak telah menyelesaikan permasalahan itu secara kekeluargaan di Banda Aceh, Selasa (10/12/2019).

Festival Danau Lut Tawar 2019 saat ini sedang berlangsung di Kota Takengon, Aceh Tengah, pada 8-10 Desember. Sementara video promosi tersebut telah diputar jauh-jauh hari sebelum pergelaran dibuka secara resmi.

Dalam penyelesaian permasalahan itu, kedua pihak sepakat untuk berdamai dengan menandatangani surat perjanjian. Penandatanganan surat dilakukan antara Direktur EO BRS Bismi Inayatsyah dan CEO acehkini.id Adi Warsidi, serta videografer acehkita.com Windi Fhagta.

Salah satu poin dalam surat perjanjian itu menyatakan pihak EO BRS bersedia mengganti kerugian yang dialami oleh acehkini dan acehkita akibat permasalahan tersebut.

Direktur EO BRS, Bismi Inayatsyah, mengatakan pihaknya mengakui telah mengambil potongan video milik acehkini dan acehkita untuk teaser Festival Danau Lut Tawar 2019. Oleh karena itu, Bismi secara perusahaan maupun pribadi meminta maaf.

“Kami menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan mengganti kerugian yang dialami oleh acehkini dan acehkita,” kata Bismi, Selasa (10/12/2019).

Bismi menambahkan, dalam permasalahan tersebut, dirinya menegaskan bahwa tidak melibatkan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh. “Ini murni sepenuhnya tanggungjawab kami pihak EO, tidak melibatkan pihak Disbudpar Aceh,” ujarnya.

CEO acehkini, Adi Warsidi menuturkan permasalahan antara acehkini.id dan acehkita.com dengan pihak EO BRS telah diselesaikan secara damai. Ia mengingatkan agar pihak lainnya untuk sama-sama menghargai karya orang lain.

“Kami menghargai upaya damai ini, dan terima kasih kepada Disbudpar Aceh yang telah memfasilitasinya. Semoga menjadi pengalaman bagi kita semua, tentang menghargai karya orang lain,” kata Adi.

Selain itu, dalam hal ini Adi mengapresiasi pihak EO yang menyelesaikan permasalahan dengan itikad baik.

Sebelumnya, permasalahan penggunaan potongan video tanpa izin itu, manajemen acehkini.id dan acehkita.com telah menyatakan keberatan dengan melayangkan surat somasi yang ditujukan kepada Kepala Disbudpar Aceh, pada Selasa, 3 Desember 2019.