Dua Kesenian Aceh Tampil di Borobudur Internasional Arts & Performance Festival 2019

84

Pagelaran Borobudur Internasional Arts and Performance Festival 2019 di Magelang, Jawa Tengah, 5-7 Juli berlangsung meriah. Sejumlah penampilan kebudayaan dari daerah ikut mewarnai kegiatan tersebut.

Begitu juga saat penampilan tari Ratoh Jaroe dari Aceh, tepuk tangan ratusan pengunjung yang memadati Candi Pawon di Brojonalan, Wanurejo, Borobudur, Magelang, ini tak henti-hantinya.

“Kita patut bersyukur bahwa tarian dari Aceh disukai oleh berbagai kalangan. Pengunjung tampak terkesima dan itu terlihat dari wajah mereka,” ujar Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal, Sabtu (6/7/2019).

Almunizal mengatakan, delegasi kebudayaan yang dikirim untuk mengikuti kegiatan itu adalah putra-putri terbaik dari Aceh. Mereka saat ini konsisten untuk ikut meramaikan kegiatan kebudayaan, termasuk tampil pada ajang bergengsi Borobudur Internasional Arts and Performance Festival 2019.

“Yang tadi di atas panggung menampilkan tari Ratoh Jaroe adalah anak-anak kita Aceh yang tengah menimba ilmu di luar. Mereka adalah aset Aceh yang patut diperhatikan,” jelas dia.

Borobudur Internasional Arts and Performance Festival 2019 adalah kegiatan tahunan Dinas Kepemudaan Pariwisata, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah. Aceh sendiri menjadi salah satu daerah yang mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara itu.

Mengusung tema Diversity in Harmoni, Borobudur Internasional Arts and Performance menghadirkan tim kesenian terbaik dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Aceh sendiri mendapatkan undangan kehormatan dalam pergelaran acara tersebut.

“Ada satu penampilan tari dari Aceh yang tampil hari ini, Minggu (7/7) yakni tari Seudati yang akan dibawakan oleh anak-anak dari sanggar Rumoh Budaya, salah satu komunitas kesenian tari di Jakarta dibawah binaan BPPA,” katanya.