Disbudpar Aceh Gelar Workshop Seni bagi Sekolah

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Taman Seni dan Budaya menyelenggarakan kegiatan “Workshop Seni Bagi Sekolah” yang berlangsung mulai Selasa (14/3/2017) di Gedung Tertutup Taman Seni dan Budaya Aceh.

Acara yang akan berlangsung tiga kali ini juga akan digelar lagi pada tanggal 21 dan 25 Maret 2017 mendatang. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi menjelaskan, kegiatan tersebut diadakan dalam rangka melestarikan dan menumbuhkan semangat serta rasa memiliki masyarakat Aceh khususnya terhadap seni budaya tradisional yang juga merupakan bagian kekayaan nusantara yang harus dilestarikan.

“Kami sangat menghargai kreatifitas teman-teman seni tersebut tapi hendaknya kreatifitas tersebut tidak mengurangi nilai-nilai tradisi yang sudah diwariskan oleh para leluhur kita. Apalagi tari Saman, khususnya, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Bali pada tanggal 24 November 2011,” sebutnya.

Lebih lanjut, Reza juga menyampaikan bahwa akibat derasnya arus globalisasi saat ini, tari tradisional Aceh sudah mulai bergeser nilai-nilai tradisinya disebabkan munculnya ide-ide kreasi dari para teman-teman yang berkecimpung di kesenian Aceh dalam merubah gerakan-gerakan tarian tradisional menjadi tarian kreasi baru.

Pada kesempatan yang lain, Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya, Suburhan menyebutkan bahwa kegiatan “Workshop Seni Bagi Sekolah” ini merupakan pelatihan seni tari tradisional Aceh khususnya Tari Ratep Meusekat dan Tari Saman yang memiliki keindahan, kedinamisan dan kecepatan gerakan para penari yang menghasilkan keseragaman gerak dan bunyi sehingga menimbulkan rasa senang, terpaku dan terpesona para penonton.

“Workshop ini menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya yang didatangkan langsung dari Kabupaten Nagan Raya dan Banda Aceh. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menampung segala aspirasi dan kebutuhan di sekolah masing-masing dalam meningkatkan mutu dan fasilitas kesenian di sekolahnya tersebut,” jelanya. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD. Taman Seni dan Budaya Aceh.

Suburhan menambahkan bahwa peserta kegiatan ini terdiri dari sanggar ataupun komunitas seni tari yaitu pelatih tari dan guru kesenian dari beberapa Sekolah Menengah di Banda Aceh dan sekitarnya. Dengan terselenggara kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan sikap apresiasi terhadap tari tradisional Aceh serta mempererat tali silaturahmi para tokoh seni, pelatih tari dan guru kesenian di Aceh.

You might also like More from author

Leave a comment