Disbudpar Aceh Akan Fasilitasi Karya Seniman Aceh

25

Penyebaran Covid-19 diakui banyak berdampak dalam segala sektor, salah satunya turut dirasakan oleh sejumlah seniman yang akhirnya membatasi ruang kreatif.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh ikut ambil andil dalam rangka mendukung kemajuan seni budaya Aceh dengan menghadirkan program Fasilitasi Karya Seniman Aceh (FKSA).

Program FKSA ini melibatkan 30 orang tim screening yang terdiri dari pakar-pakar seni diberbagai bidang.

“Karya-karya seniman akan dikurasikan sehingga diharapkan karya-karya seni yang dihasilkan menjadi maksimal hingga akhir Agustus 2020,” sebut Kepala Bidang Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, Suburhan, Selasa (21/7/2020).

Semua karya yang dikurasi, kata Suburhan, nantinya akan mendapat bantuan dana fasilitasi, hanya saja besaran dananya akan disesuaikan dengan nilai karya itu sendiri.

“Yang akan menilai karya adalah seniman seniman yang professional dibidangnya,” tambahnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, mengharapkan dengan terselenggaranya FKSA tahun 2020 ini, kreatifitas seniman Aceh akan meningkat serta mampu menaikkan citra kesenian Aceh kedepannya meskipun ditengah pandemi Covid-19.

“Kami harapkan, program ini dapat di manfaatkan semaksimal mungkin oleh pelaku seni, dan disikapi secara positif karena akan menjadi pertimbangan serta bahan evaluasi kita pada tahun yang akan datang, apakah program ini mendukung atau sebaliknya,” jelas Jamaluddin.

Puncak kegiatan FKSA ini nantinya akan dikemas dalam event rejuvenasi “Aceh Milenial”, yaitu penayangan karya-karya terpilih dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi tanggap bencana.

“Kami memohon dukungan seluruh masyarakat untuk menyukseskan kegiatan ini,” tutup Jamaluddin.