Museum Tsunami Aceh Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Cegah Penyebaran Covid-19

80

Museum Tsunami Aceh yang ditutup sementara sejak Senin (16/3/2020) lalu mulai melakukan penyemprotan disinfektan ke area-area yang sering disentuh pengunjung, baik di dalam maupun luar gedung tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin juga ikut serta turun ke lokasi melakukan proses penyemprotan bersama koordinator Museum Tsunami Aceh Hafnidar dan para staf, Rabu (18/3/2020).

“Proses penyemprotan disinfektan ini sudah kita lakukan sejak kemarin, mulai dari Museum Aceh dan Museum Tsunami. Mengingat dua museum ini juga sudah ditutup sementara waktu sehingga bisa dilakukan proses pencegahan untuk penyebaran covid-19 yang sedang mewabah,” katanya.

Jamal juga menyebutkan, sejumlah objek wisata yang berada di bawah Pemerintah Aceh untuk melakukan penyemprotan untuk mencegah penyebaran virus corona.

President International Council of Museums (ICOM) Indonesia, Hilmar Farid mengatakan pihaknya mengapresiasi inisiatif pengelola museum di Indonesia yang secara mandiri telah mengambil langkah-langkah pencegahan penyebaran covid-19 ke dan melalui pengunjung museum.

“Mengelola museum tidak sebatas pada pengelolaan dan konservasi artefak, namun memastikan pengujung merasa aman dan nyaman pada saat kunjungan, serta tetap sehat setelah kunjungan juga penting,” katanya.

Karena itu, sebut Hilmar akan terus mendorong pengelola museum untuk mengikuti arahan yang sudah diberikan oleh pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran covid-19.

“Langkah penghentian sementara operasional museum yang diputuskan oleh 107 museum negeri maupun swasta dari Aceh hingga Papua merupakan sebuah langkah yang tepat. Saya paham hal ini bukan merupakan sebuah keputusan yang mudah bagi pengelola, namun keputusan yang akan menyelamatkan banyak nyawa manusia,” tambah Hilmar.