Bendera Setengah Tiang untuk 15 Tahun Tsunami di Aceh

71

Puncak Peringatan 15 tahun gempa dan smong (tsunami) di Aceh diperingati di Pidie Convention Center (PCC), Kabupaten Pidie, Kamis (26/12/2019) dengan mengusung tema “Melawan Lupa, Bangun Siaga”.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Jamaluddin, menjelaskan, pemilihan Kabupaten Pidie, sebagai lokasi utama penyelenggaraan peringatan 15 tahun gempa dan Tsunami Aceh ini didasarkan pada kejadian masa lalu, di mana Kabupaten Pidie juga mengalami dampak serius akibat gempa dan gelombang tsunami yang mengakibatkan kehancuran harta benda, dan korban nyawa masyarakat setempat.

Jamal menyebutkan, pada tanggal tersebut masyarakat juga diimbau untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang.

Hal itu dalam rangka mengenang bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh 15 tahun lalu.

“Setiap rumah warga, kantor, lembaga, instansi pemerintah dan tempat umum lainnya tidak lupa memasang bendera pusaka Indonesia,” sebutnya.

Peringatan Tsunami di Pidie

Dikatakan Jamaluddin, pengibaran bendera setengah tiang selama tersebut termasuk dalam rangkaian agenda memperingati 15 tahun musibah tsunami.

“Ini pertanda mengenang kembali sejarah kelam musibah tsunami 15 tahun lalu yang meluluhlantakkan pesisir Samudera Hindia dan Selat Malaka hingga 250.000 nyawa melayang di Aceh,” pungkasnya.

“Melalui peringatan 15 tahun tsunami ini diharapkan mengingat kembali bencana yang pernah terjadi dan selalu berdoa atau mendoakan kepada syuhada kala itu. Lalu hilangkan trauma berkepanjangan dan selalu siaga menghadapi bencana,” kata Jamaluddin.

Selain di Pidie, peringatan dan acara renungan 15 tahun tsunami juga digelar di Museum Tsunami Aceh pada Kamis (26/12/2019) yang berlangsung pukul 20.00 WIB.