fbpx

Apa Saja Keutamaan Bulan Muharram?

177

Bulan Dzulhijjah 1439 H telah berakhir, dan kita memasuki bulan Muharram. Bulan ini dalam penanggalan Hijriyah, menjadi tanda masuknya awal tahun. Tanggal 1 Muharram adalah tahun baru Hijriyah. Apa saja keutamaan bulan Muharram dalam Islam?

Baik bulan Dzulhijjah maupun bulan Muharram disebut sebagai Asyuhur al-Hurum. Asyhur al-Hurum secara bahasa berarti bulan-bulan yang dihormati. Ada empat bulan-bulan yang dihormati yaitu Rajab, Dzulqadah, Dzulhijjah, dan Muharram. Praktik penghormatan di bulan-bulan tersebut di antaranya adalah kita dilarang untuk melakukan peperangan.

Dasar penyebutan asyhur al-hurum tersebut disebutkan Allah Swt. dalam Alquran surah al-Taubah 36, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram, Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Imam al-Qurthubi berpendapat dalam tafsirnya bahwa kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa larangan berbuat zalim dalam ayat tersebut (falaa tazhlimuu fiihinna anfusakum) dikhususkan hanya di bulan-bulan haram saja dalam rangka untuk menghormati dan memuliakan bulan-bulan itu. Meskipun, larangan berbuat zalim juga berlaku untuk setiap waktu, tidak hanya di empat bulan itu saja.

Karena itulah, ada juga yang berpendapat kalau ungkapan falaa tazhlimuu fiihinna anfusakum ini berlaku di seluruh bulan. Demikian menurut pendapat Ibn Abbas dan seorang mufasir kontemporer, Abdurrahman al-Sa’di.

Keutamaan Bulan Muharram

Ibn Rajab al-Hanbali menyajikan pendapat bahwa para ulama sebenarnya berbeda pendapat bulan apa yang paling utama. Pendapat yang mengatakan kalau bulan Muharram adalah bulan yang paling utama, adalah pendapat al-Hasan al-Bashri.

Ia mengatakan: “Sesungguhnya Allah Swt. membuka tahu dengan bulan “haram” dan menutupnya juga dengan bulan “haram”. Maka tidak ada bulan yang paling mulia setelah bulan Ramadan di setiap tahun kecuali bulan Muharram.”

Al-Nasa’i dalam kitab hadisnya bernama al-Sunan (lazim disebut al-Sunan al-Nasa’i) mencantumkan riwayat dari Abi Dzar al-Ghiffari yang pernah bertanya kepada Nabi saw., “Malam apa yang paling baik, dan bulan apa yang paling baik ?” Nabi saw. menjawab: “waktu terbaik di waktu malam adalah akhir malam (sepertiga terakhir malam) dan bulan terbaik adalah “bulan Allah” yang kalian sebut sebagai Muharram.”

Dari sini, kita mengetahui bahwa Muharram memiliki keutamaan karena termasuk ke dalam empat bulan yang dimuliakan seperti ditegaskan oleh Allah dalam Alquran sendiri. Namun, keutamaan bulan Muharram ini menurut sebagian ulama tidak lebih besar dibandingkan dengan bulan Ramadan.