fbpx

Aneka Permainan Rakyat Bakal Bikin Seru Suasana PKA VII

Road to Pekan Kebudayaan Aceh VII

0

Jangan lewatkan kesempatan menyaksikan aneka permainan rakyat yang akan ditampilkan pada hajatan budaya terbesar Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII pada 5-15 Agustus 2015 mendatang di Banda Aceh.

Puluhan jenis permainan rakyat akan ditampilkan masing-masing kabupaten/kota dalam event akbar tersebut. Beberapa di antaranya sudah sangat familiar di telinga kita seperti meuen gatok, geudeu-geudeu, congklak, dan patok lele.

Berdasarkan informasi yang diterbitkan panitia teknis pelaksana PKA VII, ada 32 jenis permainan rakyat yang akan tampilkan nantinya. Aneka permainan tersebut yaitu maen gatok, sipak raga, galah masen, galah masen putri, bloh apui, hingga geudeu-geudeu.

Geudeu-geudeu merupakan seni bela diri tradisional mirip gulat yang berasal dari Pidie dan Pidie Jaya. Bela diri ini biasanya dimainkan secara tim dan dipertandingkan antarkampung setiap kali musim panen padi selesai. Olahraga ini termasuk jenis olah raga keras, hanya dimainkan oleh mereka yang memiliki ketahan fisik dan mental yang kuat.

Selanjutnya ada permainan boh gateuh, rapa-i daboh, rapa-i bubee/jeuee, permainan congklak, kudo-kudo, silek gelombang, kelereng, dan patok lele. Permainan patok lele ini dulu pernah menjadi permainan yang paling digandrungi anak-anak di Aceh sebelum era 2000-an. Dengan sendirinya tergerus oleh arus modernisasi.

Permainan ini juga dimainkan secara berkelompok yang saling melemparkan dua bilah kayu, satu kayu berukuran panjang kira-kira satu meter yang berfungsi sebagai pengungkit, satu lagi berukuran sekitar satu jengkal yang berfungsi sebagai ‘anak’ yang diungkit. Patok lele adalah permainan rakyat yang atraktif, bisa meningkatkan ketangkasan fisik dan kecermatan anak.

Berikutnya, permainan rakyat yang akan dipertunjukkan yaitu permainan tempurung, rembang, main benteng, adu biji durian, permainan yeye atau lompat tali, hingga alit cembong. Ada juga permainan kaki bambu, permainan padok, khimbang, pepilo, kekuriken, asak-asakan, kis-kisen, peulet leuek, panca, akrobatik tradisional, hingga landok sampok.

Kabupaten/kota yang sudah menyatakan kesediaannya untuk menampilkan permainan rakyat di atas yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Langsa, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil.

“Sedangkan kabupaten/kota yang tidak mengikuti perlombaan permainan rakyat akan mengikuti lomba masakan tradisional, gebyar seni, dan pagelaran budaya,” kata Plt Kadisbudpar Aceh, Amiruddin, Minggu (15/7/2018).

Aneka permainan rakyat ini bisa Anda saksikan di lokasi utama PKA VII yaitu di Taman Sulthanah Safiatuddin dari tanggal 10 – 13 Agustus, sejak pukul 10.00 – 18.00 WIB.

Selain pagelaran, ada juga permainan-permainan rakyat yang diperlombakan yaitu lomba catoe Aceh, digelar di Museum Tsunami pada 7 – 8 Agustus 2019 sejak pukul 10.00 – 18.00 WIB.

Berikutnya lomba geunteut atau engrang, yang dibuat di Lapangan Tugu Darussalam pada 9 Agustus dari pagi hingga sore. Ada juga lomba poh gaseng, juga dibuat di Lapangan Tugu Darussalam pada 10 – 11 Agustus 2018 sejak pukul 10.00 – 18.00 WIB. Terakhir, lomba kayoh jaloe (dayung perahu) di Krueng Lamnyong/Peunayong, pada 14 Agustus 2018.

Source PKA VII