Ajang Temu Karya Budaya se-Indonesia, Kontingen Aceh Pukau Penonton di Ambon

415

Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke 16 yang dipusatkan di Ambon, Provinsi Maluku berlangsung meriah dan sukses.

Kegiatan yang diikuti oleh 26 provinsi ini berlangsung sejak 11-16 September, dimana masing-masing provinsi ikut memboyong tim keseniannya untuk tampil di acara pembukaan sekaligus mengikuti pawai budaya dengan beragam mobil hias keliling Kota Ambon, Selasa (12/9/2017) sekaligus bersamaan dengan Pameran Besar Seni Rupa Indonesia ke 5.

Sejumlah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Kepala UPTD. Taman Budaya dalam kegiatan pawai budaya juga ikut menggunakan pakaian daerah.

Sementara Gubernur Maluku, Said Assagaff pada Selasa (12/9/2017) malam dalam sambutannya saat membuka Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya dari seluruh Provinsi di Indonesia.

“Temu karya akan semakin menguatkan peran Taman Budaya dalam memfasilitasi segala bentuk kegiatan dan potensi seni budaya masing-masing provinsi di Indonesia,” ungkapnya sebelum sesi pemukulan Tifa, salah satu alat musik tradisional Ambon.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Restu Gunawan menegaskan, Kota Ambon, ibu kota Provinsi Maluku layak menyandang predikat sebagai kota musik.

“Kita menyaksikan pertunjukan karya seni musik yang sangat memukau dan ditampilkan oleh para seniman di Ambon. Ikon Ambon sebagai kota musik tidak terbantahkan. Saya sendiri merasa bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi karena dapat menyaksikan talenta bermusik orang Ambon melalui konser kolaborasi antara musik etnik dan moderen serta melibatkan seni tradisional bernuansa keagamaan. Tidak mudah menyatukan semua unsur untuk menghasilkan sebuah karya seni mengagumkan,” katanya.

Kontingen Aceh Tampilkan Tari Pocut Meurah Intan

Kontingen Aceh sendiri pada Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia yang diwakili oleh UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh juga ikut menampilkan Tari Pocut Meurah Intan atau lebih dikenal dengan Pocut Di Biheu dari Sanggar Krong, Kabupaten Pidie yang terdiri dari 20 personil dibawah arahan koordinator teknis, Dewi.

“Tari Pocut Meurah Intan menceritakan tentang salah satu srikandi Aceh keturunan raja yang sangat ditakuti Belanda. Walaupun suaminya, Tuanku Abdul Majid, telah mati syahid dalam medan perang, Pocut Meurah Intan terus berjuang bersama putra-putranya melawan Belanda sampai akhirnya terluka yang sangat parah yaitu putus urat kakinya dan tersayat di bagian kening,” jelas Dewi.

Namun hal tersebut, kisah Dewi tidak membuat Pocut Meurah patah semangat. Walaupun beliau tidak bisa berjalan normal lagi, beliau tetap berjuang melawan Belanda hingga pada tahun 1901 beliau diasingkan ke Blora, Jawa Tengah dan wafat di sana.

Pertunjukan Tari Pocut Meurah Intan, sebut Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh, Suburhan mendapat sambutan yang sangat meriah dari para penonton yang menghadiri acara pagelaran seni di gedung pertunjukan Taman Budaya Ambon.

“Pertunjukan kesenian dari Aceh tidak kalah mempesona dibandingkan dengan penampilan dari beberapa provinsi lain, di antaranya Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua, dan masih banyak lagi yang ikut tampil pada kegiatan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia di Kota Ambon,” sebutnya.

Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia di Kota Ambon, tambah Suburhan memberikan pengalaman dan saling bertukar informasi yang sangat bermanfaat bagi para seniman yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Di samping itu, kegiatan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ini dapat digunakan sebagai ajang promosi wisata daerah yang menjadi tempat kegiatan temu karya tersebut untuk dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara sehingga dapat menambah aset daerah yang dikunjungi,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke 17 pada tahun 2018 juga direncanakan akan digelar di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah dengan karya-karya seni yang lebih menarik lagi dari seluruh provinsi di Indonesia.